Pada Senin, 27 April 2026, SMAN 1 Omben kembali menggelar kegiatan Sekolah Alam dengan tema “Pertanian”. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembelajaran Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026 sekaligus menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Sekolah Alam kali ini berada di bawah koordinasi Ibu Wadiyah dan Bapak Rizki Alfarisi selaku penanggung jawab. Para siswa dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan bidang kajian yang berbeda, yaitu Kelompok Geografi, Kelompok Ekonomi/PKWU, Kelompok Sosiologi, dan Kelompok PAI. Setiap kelompok telah dibekali LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) beserta materi yang harus dipelajari, dianalisis, dan dipresentasikan di akhir kegiatan.
Sesuai dengan tema yang diusung, seluruh siswa bersama guru pendamping diarahkan menuju lahan pertanian sekolah. Di lokasi tersebut, para peserta didik melakukan panen singkong yang telah ditanam beberapa bulan sebelumnya. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Sekolah Alam sebelumnya, di mana siswa telah mempelajari proses penanaman, teknik perawatan, hingga akhirnya memahami cara panen yang baik dan benar.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar praktik pertanian secara langsung, tetapi juga memahami pertanian dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Kelompok PAI mengaitkan kegiatan pertanian dengan nilai-nilai keagamaan, seperti:
- Pertanian sebagai sumber kehidupan sebagaimana dijelaskan dalam QS. Abasa ayat 24–32.
- Bertani sebagai amal ibadah berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW.
- Pentingnya etika pertanian, seperti menjaga kelestarian tanah, menghindari praktik haram, dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Kelompok Ekonomi/PKWU membahas potensi ekonomi tanaman pertanian, term
asuk:
- Analisis nilai jual hasil pertanian.
- Pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
- Strategi pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
Kelompok Geografi fokus pada:
- Analisis tekstur tanah.
- Pemanfaatan kondisi geografis lahan.
- Penyesuaian jenis tanaman dengan karakteristik tanah demi hasil panen optimal.
Sementara itu, Kelompok Sosiologi mengkaji:
- Peran kelompok sosial petani dalam masyarakat.
- Bentuk interaksi sosial dan potensi konflik di bidang pertanian.
- Dampak modernisasi pertanian terhadap perubahan sosial budaya petani.
- Solusi terhadap berbagai permasalahan sosial yang dihadapi petani di lingkungan sekitar.
Kegiatan Sekolah Alam ini ditutup dengan presentasi dari masing-masing kelompok, di mana para siswa memaparkan hasil pembelajaran mereka sesuai bidang kajian masing-masing. Presentasi tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran kontekstual di luar kelas mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran peserta didik terhadap pentingnya sektor pertanian dalam kehidupan.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Omben tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kerja sama, kepedulian lingkungan, serta penghargaan terhadap dunia pertanian sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.